Mengenal Motif Batik dan Sejarahnya
Batik adalah hasil karya bangsa Indonesia yang merupakan perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia. Batik Indonesia dapat berkembang hingga sampai pada suatu tingkatan yang tak ada bandingannya baik dalam desain/motif maupun prosesnya. Salah satunya yaitu ada Batik Motif Kawung.
Motif kawung bermakna kesempurnaan, kemurnian dan kesucian. Dalam kaitannya dengan kata suwung yang berarti kosong, motif kawung menyimbolkan kekosongan nafsu dan hasrat duniawi, sehingga menghasilkan pengendalian diri yang sempurna. Kekosongan ini menjadikan seseorang netral, tidak berpihak, tidak ingin menonjolkan diri, mengikuti arus kehidupan, membiarkan segala yang ada disekitarnya berjalan sesuai kehendak alam. Semar, manusia titisan dewa yang berakhlak sangat baik dan bijaksana, selalu mengenakan motif kawung ini.
Pemaknaan lain terhadap batik Kawung berpendapat bahwa corak ini memiliki pengharapan agar usaha keras membuahkan hasil dan mendapatkan rezeki yang berlipat ganda.
Selain Batik Motif Kawung ada juga Batik Semarang. Ciri-ciri dari batik semarang adalah pemakaian warna yang cerah. Kultur pesisir yang terus terang dimanifestasikan dalam pilihan warna terang seperti merah, oranye, ungu, dan biru. Berikut beberapa motif batik Semarang yang terkenal lengkap dengan informasi sejarahnya.
1. Motif Batik Warak Ngendong
Batik motif batik warak ngendong merupakan batik Kreasi Neni Asmarayani pada tahun 1970, batik tersebut bernuansa Semarang, terciptanya batik tersebut atas dasar kesukaan. Dalam pembuatan desain tersebut melibatkan para pelukis dan seniman yang terkenal di kala itu. Penulis Saroni Asikin mengungkapkan motif yang dibuat oleh Neni Asmarayani belum diketahui makna dari motif tersebut, dikarenakan Neni Asmarayani belum diketahui keberadaannya.
2. Motif Batik Franquemont



Komentar
Posting Komentar